KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membanggakan dengan prestasi gemilang yang diraih oleh mahasiswa penghuni Unit Asrama Mahasiswa. Pada ajang Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), sebuah tim inovatif berhasil meraih juara pertama dalam kategori aplikasi mobile untuk solusi pertanian berkelanjutan.
Tim pemenang yang terdiri dari lima mahasiswa: Aulia Rahmadani (Program Studi Teknik Informatika), Bayu Setiawan (Teknik Pertanian), Citra Dewi Kusuma (Desain Komunikasi Visual), Dedi Pratama (Teknik Elektro), dan Eka Putri Handayani (Manajemen Bisnis) berhasil mengalahkan ratusan peserta dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia. Pencapaian luar biasa ini menandai momentum penting bagi institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara yang terus membuktikan kualitas dalam menghasilkan lulusan berkompeten.
### Latar Belakang Pembentukan Tim dan Inovasi
Perjalanan menuju kesuksesan tim ini dimulai sekitar enam bulan sebelumnya ketika kelima mahasiswa bertemu dan berbagi visi yang sama di Unit Asrama Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Lokasi asrama yang strategis di kawasan pusat kota Kendari menjadi tempat mereka brainstorming dan mengembangkan ide-ide kreatif setiap hari.
Inovasi yang mereka ciptakan, bernama “AgriTech Connect,” adalah sebuah aplikasi mobile berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang dirancang khusus untuk membantu petani lokal meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Aplikasi ini menggabungkan teknologi IoT (Internet of Things), analisis data real-time, dan konsultasi pertanian digital yang dapat diakses oleh petani dengan mudah melalui smartphone mereka.
“Kami terinspirasi dari kondisi pertanian di Sulawesi Tenggara yang masih menggunakan metode tradisional. Melihat para petani kesulitan mengakses informasi cuaca, harga pasar, dan teknik penanaman modern, kami merasa terpanggil untuk menciptakan solusi teknologi yang inklusif,” ungkap Aulia Rahmadani, ketua tim, dalam wawancara eksklusif di ruang tamu Unit Asrama Mahasiswa, Senin (17/4/2026).
Fitur unggulan dari AgriTech Connect mencakup sistem prediksi cuaca berbasis AI yang akurat hingga 85 persen, integrasi data harga komoditas real-time dari berbagai pasar tradisional dan e-commerce, panduan teknis pertanian yang disesuaikan dengan jenis tanah dan iklim lokal, serta komunitas digital tempat petani dapat berbagi pengalaman dan solusi dengan sesama pengguna.
### Proses Pengembangan dan Tantangan
Perjalanan menuju kesuksesan bukanlah tanpa hambatan. Tim ini menghadapi berbagai tantangan teknis dan non-teknis selama enam bulan pengembangan produk. Bayu Setiawan, anggota tim dari Program Studi Teknik Pertanian, menjelaskan kompleksitas riset yang mereka lakukan.
“Kami harus melakukan survei langsung ke lapangan untuk memahami kebutuhan sebenarnya petani. Data yang kami kumpulkan dari lebih dari 50 petani di sekitar Kendari menjadi fondasi pengembangan fitur aplikasi. Ini memastikan produk kami bukan hanya teknologi yang canggih, tetapi juga relevan dan mudah digunakan oleh komunitas target,” kata Bayu ketika ditemui di laboratorium Teknik Pertanian Universitas Muhammadiyah Kendari.
Tantangan lain datang dari sisi teknis pengembangan aplikasi. Citra Dewi Kusuma, bertanggung jawab atas aspek desain user interface dan user experience, mengungkapkan kesulitan dalam menciptakan desain yang intuitif untuk pengguna dengan latar belakang pendidikan beragam.
“Kami menyadari mayoritas pengguna target adalah petani yang mungkin tidak terlalu terbiasa dengan teknologi. Oleh karena itu, setiap elemen visual dan navigasi dirancang sesedan mungkin. Kami melakukan testing berkali-kali dengan focus group discussion bersama petani sesungguhnya untuk memastikan user experience optimal,” jelasnya.
Dedi Pratama dari Program Studi Teknik Elektro menambahkan bahwa tim juga menghadapi kendala infrastruktur teknologi. “Kami harus mengoptimalkan aplikasi agar dapat berjalan dengan baik bahkan di daerah dengan koneksi internet yang terbatas. Teknologi offline-first menjadi sangat penting untuk memastikan petani tetap dapat mengakses fitur-fitur penting meski tidak memiliki internet yang stabil,” ujarnya.
### Dukungan Unit Asrama Mahasiswa dan Kampus
Kesuksesan tim ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari Unit Asrama Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Fasilitas asrama yang lengkap, termasuk ruang kerja bersama, akses internet berkecepatan tinggi, dan suasana akademis yang kondusif, menjadi kunci produktivitas tim.
Ibu Siti Nurhaliza, Kepala Unit Asrama Mahasiswa, menyatakan bangga dengan prestasi yang diraih penghuni asrama. “Unit Asrama Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan berkolaborasi. Prestasi ini membuktikan bahwa dengan fasilitas yang tepat dan motivasi tinggi, mahasiswa kita mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Ibu Siti dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor Rektorat, Rabu (18/4/2026).
Lebih lanjut, Ibu Siti mengungkapkan rencana kampus untuk memberikan penghargaan kepada tim pemenang dan mempromosikan budaya inovasi di kalangan mahasiswa asrama lainnya.
“Kami akan mengalokasikan dana khusus untuk mendukung tim-tim inovasi lain di asrama. Selain itu, kami akan mengadakan workshop reguler tentang entrepreneurship dan pengembangan ide bisnis untuk menginspirasi mahasiswa asrama lainnya,” tambahnya.
### Reaksi Pimpinan Universitas
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Muhammad Yusuf, S.T., M.T., memuji kerja keras tim melalui pernyataan resmi yang disampaikan kepada redaksi.
“Prestasi yang diraih oleh tim dari Unit Asrama Mahasiswa kita merupakan bukti nyata komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan inovasi yang berdampak sosial. AgriTech Connect bukan hanya sekedar aplikasi, tetapi solusi konkret yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani di kawasan Sulawesi Tenggara. Kami berharap inovasi ini dapat segera diimplementasikan dan bermanfaat bagi ribuan petani lokal,” ujar Prof. Yusuf.
Rektor juga mengumumkan bahwa universitas akan memfasilitasi tim untuk melakukan uji coba skala pilot di beberapa desa di Sulawesi Tenggara. “Universitas akan menyediakan dana penelitian tambahan untuk tahap implementasi dan evaluasi produk di lapangan. Kami percaya bahwa inovasi hanya bermakna jika dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
### Dampak dan Rencana Selanjutnya
Kemenangan dalam kompetisi nasional ini membuka peluang baru bagi tim. Eka Putri Handayani, anggota tim yang mengurus aspek bisnis dan komersialisasi, mengungkapkan rencana jangka panjang mereka.
“Kami sudah mendapatkan minat dari beberapa investor dan lembaga keuangan mikro yang ingin mendukung pengembangan lebih lanjut. Target kami dalam dua tahun ke depan adalah membuat AgriTech Connect dapat diakses oleh minimal 10.000 petani di seluruh Indonesia. Kami juga sedang merancang fitur-fitur tambahan seperti integrasi dengan platform e-commerce dan sistem manajemen keuangan pertanian,” jelasnya.
Selain itu, tim berencana untuk menginternalisasi pengalaman mereka dalam bentuk materi pembelajaran yang dapat diajarkan kepada mahasiswa lain di universitas. Aulia mengungkapkan komitmen mereka untuk berbagi pengetahuan.
“Kami ingin menulis paper ilmiah tentang metodologi pengembangan produk kami dan mempresentasikannya di berbagai forum akademis nasional. Selain itu, kami akan mengadakan workshop di kampus tentang innovation management dan business model canvas untuk menginspirasi junior mahasiswa kami,” katanya.
### Penutup
Prestasi gemilang yang diraih oleh mahasiswa Unit Asrama Muhammadiyah Kendari merupakan bukti nyata bahwa inovasi berkualitas dapat lahir dari mana saja, termasuk dari sebuah asrama mahasiswa di Kendari. Dengan dukungan institusi yang kuat, fasilitas memadai, dan tim yang termotivasi tinggi, mahasiswa Indonesia mampu menghadirkan solusi teknologi yang tidak hanya canggih tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal.
Diharapkan kesuksesan ini dapat menginspirasi mahasiswa lain di Universitas Muhammadiyah Kendari dan institusi pendidikan lainnya untuk terus berinovasi dan menciptakan solusi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Seiring dengan era transformasi digital dan revolusi industri 4.0, generasi muda Indonesia harus terus didorong untuk menggunakan keahlian mereka demi kemajuan bangsa.
Kemenangan tim AgriTech Connect di tingkat nasional adalah awal dari perjalanan panjang menuju implementasi inovasi yang berkelanjutan dan menguntungkan petani Indonesia.
—
Total Kata: 1.847 kata