Universitas Muhammadiyah Kendari Luncurkan Proyek Mega Revitalisasi Asrama Mahasiswa, Target Rampung Akhir Tahun 2026
KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari secara resmi meluncurkan proyek pembangunan dan revitalisasi infrastruktur Unit Asrama Mahasiswa pada Selasa, 9 April 2026. Proyek senilai Rp 47 miliar ini merupakan komitmen nyata universitas dalam meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan dan kehidupan mahasiswa di era modern.
Peluncuran proyek dilakukan melalui upacara simbolis yang dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari Dr. Eng. Muhammad Syafruddin, M.T., seluruh pimpinan rektorat, dewan pengawas, ketua senat akademik, serta ratusan mahasiswa yang tinggal di asrama. Lokasi acara bertempat di halaman utama Unit Asrama Mahasiswa yang terletak di Jalan Sultan Hasanuddin Kelurahan Baruga, Kecamatan Kendari, Kota Kendari.
“Hari ini adalah momentum bersejarah bagi Universitas Muhammadiyah Kendari. Kami berkomitmen memberikan fasilitas terbaik bagi mahasiswa kami. Asrama bukan sekadar tempat tidur, tetapi rumah kedua yang harus nyaman, aman, dan mendukung pengembangan akademik mereka,” ujar Dr. Eng. Muhammad Syafruddin dalam sambutan pembuka acara yang kami kutip langsung.
Latar Belakang dan Kebutuhan Mendesak
Unit Asrama Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari telah beroperasi sejak tahun 1998. Dengan usia fasilitas yang mencapai 28 tahun, infrastruktur asrama mengalami penurunan signifikan. Beberapa bangunan menunjukkan tanda-tanda kerusakan struktural, sistem utilitas air bersih dan listrik yang sudah overload, serta fasilitas penunjang yang tidak sesuai dengan standar modern.
Data dari Direktorat Fasilitas dan Infrastruktur Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan bahwa asrama saat ini menampung 1.247 mahasiswa dari berbagai program studi, baik tingkat diploma maupun sarjana. Kapasitas ini mengalami pertumbuhan 35 persen dalam lima tahun terakhir, namun infrastruktur tidak mengalami penambahan yang proporsional.
“Kami telah melakukan survei menyeluruh terhadap kondisi asrama selama enam bulan terakhir. Hasil audit menunjukkan bahwa 60 persen bangunan induk memerlukan renovasi mayor, sistem plumbing perlu penggantian total, dan kami membutuhkan pembangunan blok kamar baru untuk menampung pertumbuhan jumlah penghuni,” jelas Ir. Bambang Susanto, Direktur Fasilitas dan Infrastruktur Universitas Muhammadiyah Kendari, ketika ditemui di ruang kerjanya.
Selain itu, mahasiswa yang kami wawancarai mengungkapkan keluhan mereka. Siti Nurhaliza, mahasiswa semester enam Prodi Teknik Sipil asal Sulawesi Tenggara, menyampaikan pengalamannya tinggal di asrama. “Kamar saya tinggal empat orang, padahal fasilitas air bersih sering bermasalah. Listrik juga sering mati-menyala, dan untuk mengerjakan tugas akhir menjadi sangat sulit. Kami sangat senang mendengar ada pembangunan fasilitas baru,” katanya sambil tersenyum.
Rincian Proyek Pembangunan
Proyek revitalisasi Unit Asrama Mahasiswa dibagi menjadi lima fase utama dengan target penyelesaian pada Desember 2026. Kepala Proyek dari konsultan yang ditunjuk, Pt. Adi Karya Sejahtera, Ir. Sutopo Wijaya, menjelaskan detail pembangunan dengan menunjukkan gambar-gambar desain.
Fase pertama mencakup renovasi menyeluruh pada empat blok bangunan induk asrama yang meliputi perbaikan atap, sistem ventilasi, pengecatan ulang, serta perbaikan rangka pintu dan jendela. Investasi pada fase ini dijadwalkan dari April hingga Juni 2026 dengan alokasi anggaran Rp 12 miliar.
“Kami akan menggunakan material berkualitas tinggi yang tahan gempa dan cuaca ekstrem. Mengingat Kendari adalah daerah dengan tingkat kelembaban tinggi, kami memilih cat khusus anti jamur dan anti karat untuk semua metal,” jelas Ir. Sutopo Wijaya.
Fase kedua melibatkan penggantian total sistem utilitas, termasuk pipa air bersih, sistem pembuangan air kotor, dan jaringan listrik. Pekerjaan ini akan berlangsung dari Juni hingga Agustus 2026 dengan anggaran Rp 15 miliar. Sistem baru ini dirancang dengan kapasitas 40 persen lebih besar dari kebutuhan saat ini, mengantisipasi pertumbuhan penghuni di masa depan.
Fase ketiga merupakan proyek pembangunan tiga blok kamar baru yang terdiri dari 96 unit kamar dengan desain modern. Setiap kamar dilengkapi dengan kamar mandi individual, meja belajar built-in, lemari penyimpanan, dan sistem tata udara yang efisien. Proyek ini berjalan parallel dengan fase dua, dari Juli hingga September 2026, dengan anggaran Rp 18 miliar.
Fase keempat mencakup pembangunan sarana penunjang berupa ruang belajar kolaboratif dengan kapasitas 200 orang, perpustakaan mini dengan koleksi 5.000 buku, ruang diskusi dengan fasilitas video conference, serta dapur komunal dan ruang makan dengan kapasitas 300 orang. Investasi pada fase ini adalah Rp 8 miliar dengan timeline September hingga November 2026.
Terakhir, fase kelima fokus pada landscaping, sistem keamanan terintegrasi dengan CCTV 360 derajat di seluruh area, pembangunan jogging track sepanjang 800 meter, dan taman rekreasi terbuka. Pekerjaan ini dijalankan pada Oktober hingga Desember 2026 dengan alokasi Rp 4 miliar.
Komitmen dan Dukungan Pemerintah
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari menekankan bahwa proyek ini tidak hanya merupakan inisiatif internal universitas. Pemerintah Kota Kendari, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, memberikan rekomendasi dan fasilitasi perizinan yang sangat suportif.
“Pendidikan berkualitas dimulai dari lingkungan yang kondusif. Kami apresiasi komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam meningkatkan standar fasilitas asrama mahasiswa. Ini sejalan dengan visi pemerintah kota untuk menjadikan Kendari sebagai kota pendidikan terdepan,” ungkap H. Andi Subhan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, dalam sesi tanya jawab setelah peluncuran proyek.
Selain itu, Muhammadiyah Wilayah Sulawesi Tenggara juga memberikan dukungan moral dan memfasilitasi koneksi dengan donor-donor yang peduli terhadap pendidikan. Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Sulawesi Tenggara, Dr. H. Mursyid Usman, M.Ag., menyampaikan bahwa proyek ini adalah wujud dari komitmen Muhammadiyah dalam menjalankan misi mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Asrama adalah bagian integral dari pengalaman belajar mahasiswa. Di asrama, mereka tidak hanya belajar akademik, tetapi juga mengembangkan soft skills, kepemimpinan, dan karakter. Fasilitas yang baik akan mendukung semua aspek pengembangan ini,” katanya dengan penuh keyakinan.
Dampak Positif dan Harapan Ke Depan
Proyek revitalisasi ini diproyeksikan membawa dampak signifikan bagi seluruh stakeholder universitas. Bagi mahasiswa, ketersediaan fasilitas modern akan meningkatkan kualitas hidup, mendukung proses belajar yang lebih efektif, dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan diri.
“Dengan ruang belajar kolaboratif yang baru, saya bisa mengerjakan proyek kelompok dengan lebih nyaman. Juga, sistem keamanan yang lebih baik akan membuat orang tua kami lebih tenang,” ungkap Rendra Pratama, mahasiswa Prodi Teknologi Informasi semester lima.
Bagi universitas sendiri, peningkatan fasilitas asrama akan meningkatkan reputasi institusi, menarik calon mahasiswa berkualitas dari berbagai daerah, serta mendukung pencapaian akreditasi yang lebih tinggi. Data menunjukkan bahwa universitas dengan fasilitas asrama berkualitas memiliki tingkat retensi mahasiswa 15 persen lebih tinggi dibandingkan universitas lain.
“Investasi ini bukan sekadar pengeluaran, tetapi investasi strategis untuk masa depan universitas yang lebih baik. Kami yakin dengan fasilitas ini, jumlah pendaftar mahasiswa akan meningkat signifikan, khususnya dari luar Sulawesi Tenggara,” jelas Ir. Siti Marlina, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga.
Dari perspektif ekonomi lokal, proyek senilai Rp 47 miliar ini juga akan memberikan stimulus ekonomi kepada masyarakat Kendari. Proyeknya mempekerjakan sekitar 250 tenaga kerja selama delapan bulan ke depan, menggunakan material konstruksi dari supplier lokal, dan menciptakan permintaan akan berbagai jasa pendukung.
Harapan dan Komitmen Berkelanjutan
Universitas Muhammadiyah Kendari juga mengumumkan bahwa proyek ini adalah awal dari strategi pengembangan infrastruktur jangka panjang. Rencana lima tahun ke depan mencakup pembangunan gedung rektorat baru, perpustakaan pusat yang modern, laboratorium dengan peralatan terkini, dan fasilitas olahraga internasional.
“Kami tidak berhenti di asrama. Ini adalah fondasi dari transformasi kampus yang lebih besar. Target kami adalah menjadikan Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai universitas tier-1 di Indonesia Timur dengan fasilitas yang setara universitas-universitas terkemuka,” ujar Dr. Eng. Muhammad Syafruddin dengan visi yang jelas.
Dalam keskesempatan yang sama, universitas juga mengumumkan pembentukan tim pengawas proyek yang transparan. Tim ini terdiri dari perwakilan mahasiswa, dosen, pimpinan universitas, dan auditor independen untuk memastikan setiap tahap proyek berjalan sesuai rencana, anggaran, dan standar kualitas yang ditetapkan.
Penutup
Peluncuran Proyek Mega Revitalisasi Unit Asrama Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari menandai komitmen nyata institusi dalam memberikan yang terbaik bagi mahasiswanya. Dengan investasi Rp 47 miliar dan timeline penyelesaian akhir tahun 2026, universitas optimis dapat mewujudkan asrama yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman pendidikan holistik yang berkualitas.
Mahasiswa, orang tua, tenaga pendidik, dan seluruh masyarakat akademik Universitas Muhammadiyah Kendari menaruh harapan besar atas kesuksesan proyek ini. Transformasi fasilitas asrama yang akan terwujud pada akhir tahun 2026 ini diharapkan akan membawa era baru dalam sejarah perkembangan Universitas Muhammadiyah Kendari menuju masa depan yang lebih cerah dan berkualitas.
(Sumber: Wawancara langsung dan pengamatan di lokasi, Kendari, 9 April 2026)